Burung murai batu (Copsychus malabaricus) adalah salah satu burung kicau paling populer dan bernilai tinggi di Indonesia. Terkenal karena kicauannya yang merdu, bervariasi, dan kemampuan menirukan suara burung lain, burung ini juga memiliki gaya bertarung yang khas dengan ekor yang dimainkan saat berkicau.
_______________________________________________________________________
- Ukuran: Sekitar 27 cm
- Rentang Hidup: 8-15 tahun
- Perilaku: Murai batu adalah burung teritorial yang sangat aktif dengan tingkat kecerdasan tinggi. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk merekam dan menirukan berbagai suara di sekitarnya. Burung ini dikenal sebagai fighter (petarung), sehingga mudah naik birahi atau stres jika melihat atau mendengar burung sejenis.
- Pakan: voer berkualitas dengan kandungan protein seimbang sebagai pakan harian utama, Berikan serangga seperti jangkrik (6-15 ekor/hari), kroto (telur semut rangrang), dan ulat hongkong sebagai sumber protein, dan beberapa potongan buah segar seperti pepaya atau apel.
- Kandang: Sangkar untuk harian atau lomba biasanya berdiameter 58 cm dengan tinggi sekitar 90 cm. Namun, untuk tujuan penangkaran (ternak), sediakan kandang yang jauh lebih luas agar burung leluasa bergerak, misalnya dengan ukuran panjang dan lebar 90 cm serta tinggi 190 cm.
- Kebersihan: Bersihkan sisa pakan, kotoran, dan alas kandang setiap hari.